Pembahasan Lengkap Teks Eksposisi (Ciri-Ciri, Struktur, Tujuan, Jenis & Contoh)

Apa anda pernah menemukan teks yang didalamanya berisi suatu ajakan yang disusun menjadi singkat dan jelas? Nah itulah yang dinamakan sebagai teks eksposisi. Dimana karangan tersebut akan berisi informasi yang mengandung unsur 5W + 1H. Yang meliputi apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana.

Ada beberapa point yang perlu anda ketahui mengenai teks ini. Adapun point-point tersebut akan segera dibahas pada artikel di bawah ini. Tentunya dibahas secara jelas dan dilengkapi dengan contoh teks. Dan berikut penjelasannya.

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi merupakan sebuah karangan yang berisi informasi yang bertujuan untuk memaparkan atau menjelaskan kepada pembaca dengan gaya penulisan singkat, padat, dan jelas. Secara umum, teks ini berbentuk paragraf. Itu sebabnya, informasi yang tercantum didalam teks ini begitu mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, teks ini juga dikenal sebagai suatu karangan yang memiliki sifat mengajak atau menarik perhatian pembaca.

Namun meskipun begitu, teks eksposisi tidak menjelaskan informasi yang sifatnya memihak pada suatu golongan. Biasanya kalimat dalam teks eksposisi dibuat dengan bahasa baku, dan sesuai dengan EYD (ejaan bahasa indonesia) yang baik dan benar. Dan terbentuk dengan menggunakan 4 struktur kepenulisan.

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Teks eksposisi cenderung lebih mudah dikenali dibandingkan dengan teks lainnya. Hal itu disebabkan karena teks eksposisi memiliki ciri-ciri yang cukup banyak. Adapun ciri-ciri teks eksposisi tersebut antara lain:

  1. Teks eksposisi berisi informasi dan pengetahuan
  2. Isi teks eksposisi bersifat mengajak dan menarik perhatian pembaca
  3. Isi teks eksposisi memuat informasi yang mengandung 5W + 1 H atau apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana
  4. Berusaha menjelaskan atau memaparkan suatu topik
  5. Gaya kepenulisan bersifat informatif
  6. Fakta digunakan sebagai alat kontribusi dan alat konkritasi
  7. Ditulis dengan bentuk singkat, padat, dan akurat
  8. Memiliki gaya penyampaian yang lugas dan memakai bahasa baku
  9. Tidak memihak pada salah satu topik yang dibahas (penulis tidak memaksa pembaca untuk mengikuti kemauan dirinya)

Struktur Teks Eksposisi

Selain ditulis dengan menggunakan bahasa yang baku. Teks eksposisi juga di bentuk dengan menggunakan struktur-struktur. Adapun struktur yang membangun sebuah karangan menjadi teks eksposisi tersebut yaitu meliputi pempukaan, tesis (pendapat), argumentasi, dan penutup. Lebih jelasnya berikut struktur teks eksposisi tersebut:

 

  • Pembukaan

 

Salah satu struktur yang membangun teks eksposisi yaitu pembukaan. Pembukaan sendiri merupakan bagian isi yang memuat pandangan awal penulis saat menempatkan topik dalam suatu rangkaian yang relevan. Umumnya, pembukaan dalam teks eksposisi bersifat optional (boleh ada dan boleh tidak ada).

 

  • Tesis atau Pendapat

 

Tesis atau pendapat merupakan suatu bagian dari teks eksposisi yang memuat pendapat penulis mengenai orang lain atau suatu topik yang dipermasalahkan di dalam teks eksposisi. Pada struktur inilah, penulis menyampaikan gagasan atau prediksi yang dipermasalahkan dalam teks eksposisi dengan dilandasi fakta.

Pada bagian ini juga, penulis bisa menyampaikan pendapat dirinya mengenai suatu topik yang dibahas. Misalnya, menyampaikan apakah dirinya setuju atau tidak setuju, boleh atau tidak boleh, haram atau halal, dan pendapat lainnya. Lebih sederhananya, pada tahap ini, penulis akan menjelaskan tentang pandangannya.

 

  • Argumentasi

 

Pada point ketiga, teks eksposisi akan disusun dengan struktur argumen. Umumnya, pada bagian ini teks eksposisi akan memuat alasan yang dilengkapi dengan bukti untuk mendukung tesis penulis.

Dengan kata lain, point ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai pernyataan tesis (pendapat) yang diungkapkan penulis sebelumnya. Anda bisa melihat argumentasi melalui kalimat-kalimatnya yang menyatakan pendapat penulis mengenai topik yang dibahas.

 

  • Penutup

 

Struktur teks eksposisi yang terakhir yaitu penutup. Pada bagian ini, struktur-struktur teks eksposisi yang meliputi pembukaan, tesis, dan argumen akan semakin diperkuat. Umumnya, pada tahap ini, struktur-struktur sebelumnya akan ditunjang berbagai fakta. Sehingga pembaca mendapatkan kesimpulan yang tegas.

Tujuan Teks Eksposisi

Sesuai dengan pengertiannya, teks eksposisi memiliki tujuan untuk memberitahu pembaca mengenai suatu informasi secara jelas dan terang. Sehingga nantinya, informasi dapat tersampaikan kepada pembaca serta penyimak dengan baik.

Selain itu, teks ini juga memiliki tujuan lain. Yaitu agar setelah membaca karangan tersebut pembaca dapat tertarik untuk mendukung topik yang dibahas penulis.  

Jenis-jenis Teks Eksposisi

Ada beberapa jenis teks yang bisa anda buat dan anda baca. Jenis-jenis teks eksposisi tersebut yaitu sebagai berikut:

 

  • Teks Eksposisi Ilustrasi

 

Teks eksposisi ilustrasi yaitu teks yang membahas suatu informasi menggunakan penggambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu topik. Umumnya, teks ilustrasi akan mengilustrasikan sesuatu yang memiliki kesamaan sifat dengan menggunakan frasa penghubung.

 

  • Teks Eksposisi Berita

 

Teks eksposisi berita yaitu teks yang membahas atau memaparkan suatu informasi dari suatu kejadian yang tengah terjadi. Teks eksposisi jenis ini bisa anda temui dengan mudah di dalam berita atau surat kabar.

 

  • Teks Eksposisi Perbandingan

 

Yaitu teks eksposisi yang menerangkan ide atau topik pembahasan pada kalimat utama dengan menggunakan metode perbandingan.

 

  • Teks Eksposisi Proses

 

Yaitu teks eksposisi yang berisi mengenai panduan atau tata cara membuat sesuatu.

 

  • Teks Eksposisi Definisi

 

Yaitu teks eksposisi yang membahas atau memaparkan pengertian dari suatu obyek.

 

  • Teks Eksposisi Pertentangan

 

Yaitu teks eksposisi yang berisi suatu pertentangan antara satu obyek dengan obyek yang lainnya. Umumnya, teks eksposisi jenis ini ditulis dengan menggunakan frasa penghubung “meskipun begitu, akan tetapi, dan kata hubung sebaliknya”

 

  • Teks Eksposisi Analisis

 

Yaitu teks eksposisi yang berisi proses pemisahan suatu masalah dari gagasan utama menjadi beberapa sub bagian. Yang kemudian dikembangkan secara berurutan.

Kaidah Teks Eksposisi

Selain disusun dengan menggunakan struktur-struktur. Teks eksposisi juga dibentuk dengan menggunakan kaidah-kaidah. Berikut beberapa kaidah yang harus anda ketahui sebelum membuat sebuah teks:

 

  • Konjugsi

 

Konjungsi bisa diartikan sebagai kata penghubung yang digunakan saat menyusun teks eksposisi. Kata penghubung yang bisa digunakan dalam penulisan teks sendiri cukup banyak. Antara lain meliputi, kata penghubung yang menunjukkan waktu, penjelasan, perbandingan, gabungan dan jenis kata penghubung lainnya.

Sebagai salah satu contoh, misalnya kata penghubung waktu yaitu “setelah, lalu, dan kemudian” atau kata penghubung perbandingan, misalnya “bagai, dan serupa.”

 

  • Pronomina

 

Kaidah kedua yang membangun sebuah teks yaitu promina. Promina merupakan kata ganti. Dan promina terdiri dari dua jenis yaitu kata ganti yang menunjukkan orang atau person dan kata ganti yang menunjukkan bukan orang atau non person.

Kara persona meliputi, “kamu, dia, ia, saya” sedangkan kata non-person meliputi, “di sana, di sini, di situ.”

 

  • Leksikal

 

Leksikal adalah jenis kata yang menunjukkan kata kerja, kata benda, kata sifat dan kata keterangan. kata kerja sendiri merupakan kata yang menunjukkan suatu proses atau keadaan yang tengah berlangsung. Misalnya membaca, berlari, duduk, menulis dan sebagainya.

Kata benda adalah kata yang menunjukkan suatu objek tertentu, seperti buku, rumah, meja, mobil, dan sebagainya. Kata sifat yaitu kata yang menjelaskan sifat obyek yang dibahas. Misalnya berupa kecantikan, menawan, buruk, baik. Dan yang terakhir kata keterangan yaitu kata yang menjelaskan mengenai sesuatu yang terjadi. misalnya berupa malam, siang, pagi, di sana, atau di situ.

Cara Membuat Teks Eksposisi

Seperti tujuan dasar teks eksposisi. Teks ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai pengetahuan. Dan berusaha untuk menarik pembaca untuk membenarkan atau menyetujui apa yang penulis katakan.

Melihat tujuan tersebut, anda tentu juga ingin mengetahui mengenai cara pembuatan teks eksposisi bukan? dan untuk memudahkan proses pembuatanya, berikut beberapa cara membuat teks eksposisi dengan baik dan benar:

 

  • Menentukan Topik yang Akan disajikan

 

Langkah dasar yang harus anda lakukan sebelum membuat teks eksposisi yaitu menentukan tema. Topik ini penting karena dari sanalah anda bisa menulis teks eksposisi dengan fokus. Sehingga teks eksposisi bisa lebih terstruktur. Selain itu, point pertama ini juga akan membantu anda mendapatkan tulisan yang memiliki jiwa.

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan saat menentukan topik. Beberapa hal tersebut yaitu:

  • Pilihlah topik yang memiliki data faktual, yaitu topik yang benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis.
  • Pilihlah topik yang obyektif dan bisa dianalisis atau ditafsirkan terhadap seperangkat fakta   
  • Memiliki fakta mengenai seseorang yang berpegang teguh pada pendiriannya.

 

  • Menentukan Tujuan Teks Eksposisi

 

Setelah menentukan topik yang akan dibahas dalam teks eksposisi. Anda juga harus menentukan tujuan penulisan teks eksposisi ini. Tujuan ini, nantinya akan memberikan penjelasan serta pemahaman kepada pembaca.

 

  • Memilih dan Mencari Data yang Sesuai dengan Topik

 

Langkah penting selanjutnya yaitu mengumpulkan data atau bahan sesuai dengan topik yang dibahas. Bahan topik bisa anda dapatkan melalui beberapa hal. Bisa melalui buku, pencarian di internet (browsing), majalah, surat kabar atau dengan cara wawancara secara langsung.

 

  • Membuat Kerangka Karangan Teks

 

Langkah ke empat ini memiliki tujuan agar nantinya anda tidak bingung saat menulis teks eksposisi. Hal itu dikarenakan kerangka anda akan membantu membuat teks ini anda lebih runtut atau tidak lompat-lompat.

 

  • Pembahasan dengan Cara Mengembangkan Kerangka Karangan Eksposisi

 

Setelah kerangka karangan tersusun, langkah selanjutnya yaitu mengembangkan kerangka karangan itu sendiri. Pengembangan di sini bisa anda lakukan dengan cara membahas kerangka karangan dengan cara lebih jelas.

Misalkan penulis bisa menjelaskan topik dan melengkapinya dengan bukti-bukti konkrit sebagai penunjang dari pembahasan teks eksposisi.

 

  • Membuat Kesimpulan

 

Sesuai dengan tujuan penulisan teks eksposisi yang anda buat sebelumnya. Kesimpulan tidak boleh anda buat melenceng dari topik pembahasan. Dan pada point ini, anda harus berusaha memperkuat tesis, dan argumen anda. Sehingga sebuah teks berhasil tersampaikan dengan baik.

Contoh Teks Eksposisi

Untuk lebih menguatkan pemahaman anda mengenainya. Anda bisa membaca contoh teks eksposisi beserta strukturnya, di bawah ini. Barangkali, contoh tersebut bisa menjadi gambaran bagi anda mengenai bentuk teks, yang sebelumnya telah dibahas secara detail di atas:

“Proses Menghasilkan Padi”

TESIS:

Padi atau dalam bahasa latin di sebut sebagai Oryza Sativa L merupakan tanaman budidaya yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Hal itu disebabkan karena, bagi masyarakat Indonesia, padi adalah makanan pokok dan hampir semua masyarakat Indonesia mengkonsumsi olahan padi.

Hasil olahan padi atau yang sering disebut sebagai nasi ini telah menjadi sumber karbohidrat pokok. Sayangnya, sampai saat ini produksi padi nasional belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah terpaksa mengimpor beras.

Berdasarkan survey, Indonesia merupakan negara yang menjadi pengimpor beras terbesar di dunia. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi yaitu di Indonesia proses penanaman padi masih menggunakan cara tradisional. Sangat berbeda dengan negara pengekspor yang telah menggunakan teknologi canggih dalam proses penanaman padi.

ARGUMENTASI:

Di Indonesia, proses penanaman padi dimulai dengan pemilihan benih padi baik yang akan di tanam. Proses pemilihan ini sangat penting. Karena dari benih bermutu dan unggul inilah nantinya petani dapat memperoleh padi yang sehat. Setelah proses pemilihan bibit unggul, petani masuk dalam tahap selanjutnya yaitu tahap persemaian.

Umumnya, persemaian bibit padi dilakukan selama waktu 25 hari sebelum bibit padi di tanam (masa tanam). Dan disela-sela waktu persemaian bibit, petani akan mempersiapkan lahan tanam dengan cara melakukan pengolahan tanah.

Pengolahan tanah sendiri bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah. Agar nantinya lapisan tanah yang semula keras menjadi datar dan berlumpur. Selain itu, pengolahan tanah juga bertujuan agar gulma bisa mati dan membusuk menjadi humus. Adapun tahapan-tahapan pengolahan tanah sawah memiliki prinsip sebagai berikut:

Pertama, pematang sawah harus dibersihkan dari rerumputan dan dibuat agak tinggi. Hal itu dilakukan agar elama pengolahan, pematang sawah dapat menahan air. Dan selama masa tanam, pematang sawah bisa mengatur kebutuhan air. Selanjutnya, yaitu proses pencangkulan pada sudut-sudut petakan. Pencangkulan bertujuan untuk memperlancar pekerjaan membajak sawah. Proses ini bisa dilakukan menggunakan alat tradisional atau alat yang lebih modern seperti traktor. Dengan tujuan, agar tanah sawah bisa menjadi berlumpur dan siap ditanami padi.

Umumnya, proses ini dilakukan dua kali, yaitu agar gumpalan-gumpalan tanah sawah bisa pecah dan menjadi kecil-kecil. Dan yang kedua, tanah dihancurkan lagi hingga tanah sawah menjadi lumpur halus yang merata. Bila proses pengolahan tanah selesai, maka petani bisa melanjutkan pada tahap berikutnya. Tahap tersebut yaitu penanaman bibit padi di sawah.

Pada proses tanam, bibit padi cukup diisi satu per lubang tanaman dengan posisi tegak dan kedalaman 2 cm. Tidak boleh kurang, karena dikhawatirkan bibit akan mudah hanyut oleh lumpur dan air.

Selanjutnya, penumpukan tanaman padi. Terdapat dua cara yang bisa anda lakukan dalam tahap ini. pertama, menentukan waktu penumpukan berdasarkan tahap. Dan yang kedua yaitu, waktu pemberian pupuk berdasarkan nilai pembacaan BWD dimulai tanaman 14 HST, diulang 7-10 hari sekali.Jangan lupa, perawatan dan pemeliharaan tanaman pada tapa tahap ini sangat penting. Hal yang dilakukan yaitu penyiangan atau pengendalian gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Setelah terdapat ciri-ciri tanaman padi siap dipanen, yaitu meliputi daun mengering, gabah telah menguning 95 %, yang kira-kira umur optional padi 30-35 hari dari masa tanam. Jika telah dilakukan pemanenan. Tahap selanjutnya yaitu proses pengeringan padi. Dan barulah, anda bisa mengikuti tahap selanjutnya yaitu proses agar padi menjadi beras, lalu menjadi nasi yang bisa dimakan.

PENEGASAN ULANG:

Seperti itulah proses panjang menanam, memanen padi, sampai menjadi beras dan tersaji sebagai makanan di Indonesia. Yang proses panjang tersebut masih menggunakan teknologi tradisional.

Karena proses panjang itu, dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang banyak itulah, pemerintah mencoba melakukan pemenuhan beras dengan cara mengimpor dari luar negeri. Cara ini, dianggap sebagai cara terbaik untuk pemenuhan kebutuhan pokok pangan negeri ini.

Dan untuk merubah kebiasaan impor tersebut. Sebagai generasi muda, sekaligus penerus bangsa. Sudah sepatutnya kita mencari inovasi baru dalam hal pertanian agar nantinya pertanian di Indonesia, bisa memenuhi kebutuhan beras di Indonesia. Bahkan bisa menjadi pengekspor ke negara lain.

 

Author: kamal

Jika kekuatanmu adalah Allah, tiada yang bisa mengalahkanmu!

Leave a Comment