Saya Ambivert Yang Kebanyakan Introvert

Introvert bagi beberapa orang adalah masalah. Tapi orang-orang kadang ngga paham kenapa orang itu introvert. Mungkin memang ngga semua dari kita ngga semuanya bisa peka memahami keadaan orang lain.

Oh ya, tadinya saya mau menulis tentang kelanjutan cerita saya sebelumnya, mengenai Belajar Bisnis, Hingga Dapat Orderan 30 Juta. Tapi akhir-akhir ini, keadaan hati saya selalu berubah, dan saya ingin menulis tentang yang saya rasakan sekarang.

Saya Berkepribadian Introvert

Saya adalah salah satu dari sekian banyak sifat manusia yang kadang bersikap introvert. Saya bisa dibilang susah bergaul dengan lingkungan baru. Butuh sekitar 3 sampai 4 bulan, saya baru bisa mulai nyaman berinteraksi dengan orang baru di lingkungan baru.

Itupun ngga semuanya saya bisa nyaman ketika bergaul. Hanya beberapa orang saja. Dan butuh 4 bulan lebih lah saya bisa klop dengan mayoritas kenalan saya.

introvert

Saya memilih teman yang ada kesamaan dengan saya. Kadang saya mancing percakapan duluan, agar bisa tahu kegiatan atau hobi nya seperti apa. Sehingga bisa lama-lama ngobrol.

Tapi, lagi-lagi saya jarang melakukan itu, bertanya duluan ke orang. heuheuheu. Kecuali dalam keadaan terpaksa, ketika lagi sedang ujian daftar sesuatu atau kegiatan-kegiatan yang memang mengharuskan saya untuk bergerak lebih cepat tanpa menunggu ditanya orang lain.

Ketika dilingkungan baru, ada 2 orang yang bisa buat saya nyaman. Yang pertama adalah sifat yang Extrovert, dia suka nanya duluan, bisa dibilang humble. Ketika saya ngga tahu harus berbuat apa, orang dengan jenis kepribadian Extovert sangat membantu saya untuk lebih “aktif”. Dan ini menjadi pemicu saya menjadi Extrovert juga.

Dan yang kedua adalah saya lebih memilih dekat dengan orang yang pendiam. Mungkin sama-sama Introvert juga. Orang yang pendiam membuat saya nyaman, lebih tenang, mereka ngga banyak tingkah. Sayapun bisa bersiap-siap dulu akan bersikap seperti apa kepada spesies seperti saya. Saya lebih bisa memahami mereka.

Dan kebanyakan, saya berteman dengan para Introvert ketika berada dilingkungan baru. Sangat jarang bersama Ekstrovert. Sangat susah soalnya, apalagi bisa memahami keadaan kita.

Lingkungan baru yang banyak aktivitas dan tuntutan, membuat para Introvert harus keluar dari zona nyaman.

Dengan banyaknya aktivitas dan tuntutan, saya kadang akan mudah “Stress” jika ditambahkan dengan hadirnya Ektrovert yang tak berakhlak baik apalagi mereka dijadikan leader.

sifat Ektrovert yang tak berakhlak baik ini, saya akan mudah sekali menghindarinya, dan sebenarnya saya ingin menghindar sejauh-jauhnya jika bisa, bahkan tidak berteman.

Para Ektrovert yang seperti ini yang benar-benar ngga bisa memahami orang lain. Jika dijadikan seorang pemimpin mereka sangat kurang cocok. Dan mereka menganggap Introvert itu masalah, karena ngga bisa mengikuti apa yang mereka inginkan.

Introvert Selalu Ingin Dimengerti

Mungkin jawabannya iya, ya saya selalu ingin dimengerti orang lain. Seorang introvert jarang sekali mengemukakan pendapat mereka di depan publik. Mereka hanya bisa diam. Mereka ingin orang-orang bisa paham duluan apa yang diinginkan Introvert.

Saya pun kadang seperti itu, saya lebih banyak memilih diam. Tapi kalau pun terpaksa-paksa amat pasti saya akan mengemukakan pendapat saya. Ada waktu-waktu terentu.

Apalagi dikeluarga, sebenernya saya paling malas berbicara sebuah masalah yang saya hadapi kepada keluarga apalagi ibu.

Seperti Selama ini yang saya lakukan agar bisa menghasilkan uang di internet. Saya banyak menghabiskan waktu dikamar hampir 12 Jam sehari. Ya, 12 jam sehari saya duduk didepan laptop. Dan pernah satu kali nyoba bergadang untuk praktek. Tapi saya ngga kuat, malah jadi ngga teratur. Pagi sampai siangnya saya tidur. Buka laptop lagi sorean sampai jam 12 atau jam 2 malam.

introvert adalah

Ibu penasaran dengan apa yang saya lakukan seharian di kamar dengan laptop. Dan sering banget nanya. “Lagi apa sehari-hari depan laptop?”

Dan saya ngga bisa menjelaskan secara detail lagi apa, karena dijelaskan pun mungkin akan sulit untuk memahami. Menerangkan tentang website dan hal-hal yang menjadi pendukung-pendukungnya untuk bisa mendapatkan uang di internet. Jadinya saya hanya tersenyum dan bilang “ya gitu weh“.

Saya selalu merasa resah ketika akan menceritakan apa yang menjadi masalah kepada keluarga. Atau mungkin itu juga yang menjadi sifat seorang pria, banyak menyembunyikan masalah yang dihadapinya. Entahlah.

Teman Saya Tipe Berkepribadian Introvert

Saya punya teman namanya Nishikido (Nama samaran). Nishikido adalah teman saya ketika masih SMA hingga sekarang. Dia pun berkepribadian introvert juga. Mungkin agak sedikit lebih Introvert dari saya.

Dari SMA hingga sekarang, Nishikido dan saya suka kemana-mana bareng, udah jadi teman dekat. Bahkan dia bilang pas mau umroh, pengen umrohnya ditemani saya kalau bisa. Tapi sayanya ngga punya uang.

Kalau ke pengajian pun, juga begitu. Kalau saya ngga bisa, Nishikido ngga akan pergi. Heuheuhe. Biasanya kami berdua sering ke pengajian bareng ke Daarut Tauhid, hadir kajian Ma’rifatullah yang disampaikan oleh Aa Gym.

Bapak Saya Malah Ekstrovert

Bapak saya kini sudah tiada.

Berbeda halnya dengan saya, Bapak saya adalah karakter dengan kepribadian Ekstrovert. Sangat suka dengan interaksi dan memang banyak aktifitas.

Bapak saya mempunyai sifat-sifat dengan ciri berikut ini, yang umum dimiliki Ekstrovert:

  • Antusias
  • Banyak bicara
  • Tegas
  • Suka berteman
  • bersemangat
  • Spontan
  • Percaya Diri
  • Suka Keramaian
  • Suka Bercerita

Dan yang paling sering dilakukan adalah ngobrol dan ngajak ngopi orang yang ngga dikenalnya. Kalau ada tukang jualan keliling yang ditanggung suka ngetem di depan rumah, pasti diajak ngobrol dan ngopi.

introvert

Pernah waktu dulu pas saya masih kecil. Sering banget tukang pangkas rambut keliling kalo lagi nyukur ke rumah, pasti semua makanan dikeluarin, buat dihidangkan.

Saya dengan Bapak saya, sifatnya sangat jauh berbeda. Bapak saya kalau lagi namu ke rumah orang. Suka tiba-tiba tidur di ruang tamunya orang, atau melakukan hal yang ngga akan di duga-duga.

Orang-orang gampang banget dekat dengan bapak saya, dengan sifat ektrovert yang dimilikinya.

Apalagi kalau ke Tanjung Sari Sumedang, kalau ngga ada keperluan ngajar ngaji, ya pas libur lebaran suka berkunjung untuk silaturahmi. Dari pangkalan ojeg Warung Kawat Cilembu, hampir semua rumah di sapa karena kenal.

Kalau ke Tanjung Sari, berasa semua orang yang ada disana itu saudara. Karena tiap jengkal rumah, kebanyakan selalu disinggahi, padahal mah saudara bukan. Heuheu. Tapi saya sendiri pun sudah ngerasa seperti saudara semua, ketika saya berkunjung kesana. Saya juga senang kalau ke sana.

Menuangkan Sebuah Tulisan Adalah Kepuasan

Bagi introvert, membuat tulisan yang dirasakannya adalah sebuah kebiasaan. Contohnya, mungkin ngga sedikit yang risih dengan introvert yang sering banget buat status di media sosial. Padahal di lingkungannya mereka pendiam.

Sebuah tulisan yang di torehkan oleh sang introvert adalah satu kelegaan mereka yang di tarik lepas. Ketika ada suatu hal yang mereka anggap masalah.

Kadang Saya Juga Suka Banyak Bicara

Kalau sama teman-teman rumah, saya salah satu orang yang banyak bicara. Bahkan ngga sekali saya jadi Ketua Pelaksana Acara untuk kegiatan acara RW di tempat saya tinggal.

Saya berubah bukan menjadi seorang dengan sifat introvert lagi, tapi menjadi seorang dengan kepribadian ekstrovert yang senang melucu dan guyon sama teman-teman. Dan saya menikmati itu.

Untuk kegiatan masjid pun yang dilaksanakan oleh orang tua, saya kalau ada waktu, akan ikut aktif membantu pelaksanaan kegiatan.

Mungkin saya ini yang disebut ambivert. Ambivert adalah gabungan antara introvert dan ekstrovert. Kadang bersifat dengan ciri-ciri introvert kadang juga ekstrovert.

Author: kamal

Jika kekuatanmu adalah Allah, tiada yang bisa mengalahkanmu!

Leave a Comment