Pernikahan Dalam Islam Menurut Kitab Kuning

Pernikahan dalam Islam- Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pandangan Islam dan kemasyarakatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembahasan khsusus tentang hal ini dalam agama Islam. Bahkan dimasukkan  dan dibahas oleh para ulama dalam salah satu tujuan pernikahan itu adalah menjaga keturunan.

Nah, Tentunya dalam menjaga keturunan itu manusia membutuhkan yang Namanya nikah. Jika menjaga keturuanan tidak diatur dengan adanya pernikahan maka tidak ada bedanya dengan binatang.  Oleh karena itu, kita sebagai manusia sudah selayaknya tahu tentang hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan.

Pada kali ini saya akan membahas seputar pernikahan yang berlandaskan dengan kitab susunan para ulama. Semoga dengan adanya artikel yang saya tulis dapat bermanfaat buat kita semua.

Pengertian Penikahan dalam Literasi Islam

Tentunya, sebelum kita mengulas tentang pernikahan yang cukup luas, layaknya kita mengetahui tentang apa itu nikah? Pastinya kita sudah tahu pelaksanaan pernikahan yang ada di lingkungan kita. Mulai dari lamaran hingga akad dan walimah. Itulah pelaksanaan. Namun bagaimana makna pernikahan menurut literasi Islam?

Berikut ini jawabannya:

النكاح عقد يتضمن إباحة وطء بلفظ إنكاح أو تزويج أو ترجمته

Nikah merupakan sebuah akad (yang sesuai dengan syariat islam) yang  menghalalkan seseorang untuk berhubungan lawan jenis dengan pasangan, dengan lafal pernikahan  atau dengan terjemahnya yang sesuai dengan lafal pernikahan tersebut (dan tidak ada sebuah penghalang menurut syariat tentang hal itu)

Perkataan di atas di utarakan oleh pengikut madzhab safi’I (syafiiyyah) sebagaimana yang dicantumkan dalam kitab Al-Maushuatul Fiqhiyyah AlKuwaitiyyah.

Adapun hal-hal yang sangat terkait erat dengan pengertian dari pada pernikahan adalah khitbah (melamar),  sifah, tholak (perceraian).

Jadi khitbah (lamaran) yang biasa dilakukan oleh masyarakat itu bukan dari pengertian pernikahan, namun termasuk di dalam rangkaian acara pernikahan dalam islam.

Pernikahan juga merupakan suatu hal yang disyariatkan oleh Islam. Hal itu sudah tertera dalam alqur’an  dan assunnah.

Apa Saja Dalil yang Menunjukkan Pernikahan itu Disyariatkan dalam Islam?

Banyak sekali dalil yang menunjukkan bahwa pernikahan itu disyariatkan dalam islam. Hal itu berlandaskan al-qur’an dan assunnah (hadits) dan ijma’ (kesepakatan ulama).

Di sini saya akan sebutkan 2 dalil dari alquran, 1 hadits dan lafal ijma’ ulama yang menunjukkan pernikahan itu disyariatkan dalam Islam, yaitu:

  1. Surat An-Nisa, potongan ayat ke-3 : (  . . .فانكحوا ما طاب لكم من النساء) artinya: maka nikahilah perempuan yang baik untuk kalian…
  2. Surat An-Nur, potongan ayat ke-32 : (…وأنكحوا الأيامى منكم)  artinya dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian
  3. Hadits  yang diriwayatkan Imam Al-Bukhori & Imam Muslim, yaitu :

(يا معشر الشباب ، من استطاع منكم الباءة فليتزوج), artinya Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang sudah mampu menikah, maka hendaklah menikah

  1. Ijma Ulama yang tercantum dalam kitab Al-Maushuatul Fiqhiyyah Alkuwaitiyyah, yaitu;

وأجمع المسلمون على أن النكاح مشروع ، ونص بعض الفقهاء على أن النكاح شرع من عهد آدم عليه السلام ، واستمرت مشروعيته ، بل هو مستمر في الجنة .

Artinya, dan Muslimin bersepakat bahwa Nikah itu Disyariatkan, dan Sebagian ahli fiqih menyatakan bahwa nikah itu disyariatkan sejak masa Nabi Adam as dan terus berlanjut syariatnya, bahkan akan berlanjut di surge nanti

Itulah dalil-dalil yang menunjukkan pernikahan itu disyariatkan dalam agama Islam. Bahkan syariat pernikahan ini ada sejak nabi Adam as.

Sekarang, kita sudah mengetahui tentang pernikahan itu diperintahkan dan disyariatkan dalam islam.

 

Pernikahan yang disyariatkan oleh Allah itu  mempunyai banyak tujuan atau faedah. Apa saja itu ? Berikut ini penjelasannya.

Tujuan dan Faedah Pernikahan Secara Syariat Islam

Diantara tujuan daripada pernikahan adalah untuk mendapatkan anak yang baik dan menjaga keturunan manusia, maka oleh karena itu pernikahan diatur oleh Islam. Salah satu cara menjaga keturunan manusia yang baik adalah dengan pernikahan. Jika tidak akan terjadi perbuatan yang layaknya dilakukan oleh hewan (perzinaan). Untuk menjaga keturunan manusia dengan baik, Allah haramkan zina tersebut.

Adapun tujuan dan faedah yang lainnya sebagaimana berikut:

  1. Tujuannya untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, yaitu untuk menikah. Selain itu menikah juga termasuk mengikuti jejak para nabi.
  2. Dengan menikah, berarti seseorang menunaikan hajatnya yang akan membuat kebahagiaan jiwa dan hati.
  3. Dengan menikah, seseorang akan lebih terjaga kehormatannya karena terjauhkan dan terminimalisir dari fitnah.
  4.    Menikah merupakan suatu hal yang dapat memperbanyak umat Islam dan Rasulullah akan bangga dengan banyaknya umatnya di hari kiamat nanti.
  5.    Pernikahan akan memperkuat dan memperbanyak keluarga serta menguatkan hubungan social.
  6.    Salah satu sebab banyaknya rizki adalah dengan cara menikah, sebagaimana dalam surat annur yang artinya sebagaimana berikut: “jika mereka miskin, maka Allah akan cukupi atau kayakan dia dengan karunia-Nya (rezeki-Nya)”
  7.    Kebutuhan pasangan suami istri akan ketenangan jiwa, jasad dan ruhani akan terpenuhi. Dengan kata lain naluri seorang suami dan istri yang diberikan Allah akan terpenuhi.

Itulah beberapa tujuan dan faedah daripada pernikahan yang disyariatkan oleh Allah dalam agama Islam.

Perlu kita ketahui bahwa pernikahan itu juga mempunyai rukun dan syaratnya agar pernikahan itu sah menurut islam. Berikut ini rukun dan syarat pernikahan dalam Islam.

Rukun dan Syarat Pernikahan dalam Islam

Berhubungan kita berada di negara Indonesia, yang mana penduduknya kebanyakan bermadzhab syafii, maka saya akan cantumkan rukun-rukun pernikahan menurut mereka. Berikut ini kutipannya:

وذهب الشافعية إلى أن أركانه خمسة : صيغة ، وزوج ، وزوجة ، وشاهدان ، وولي .

Madzab Syafiiyah berpendapat bahwa rukun pernikahan itu ada 5, yaitu :

  1. shigoh (lafal akad pernikahan yang harus menunjukkan ijab qabul)
  2. mempelai laki-laki (yang sudah ditentukan dan ridho)
  3. mempelai perempuan (yang sudah ditentukan dan ridho)
  4. 2 orang saksi
  5. Dan wali

Secara umum, begitulah rukun pernikahan dalam islam. Kalau kita membahas lebih dalam maka butuh waktu yang panjang dan artikel yang sangat panjang.

 

Jika anda ingin nikah syari dan kebetulan di daerah Jakarta sekitarnya, anda bisa menggunakan jasa ini : wedding organizer Jakarta.

Sebagian mengatakan bahwa 5 hal diatas termasuk daripada syarat. Ada juga yang menambahkan dengan beberapa hal lain. Salah satunya adalah tidak terdapat yang menghalangi keabsahan pernikahan seperti (laki-laki tersebut mahram dengan perempuan yang akan dinikahinya).

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan pernikahan dalam Islam yang perlu kita ketahui bersama. Walaupun jika kita ingin mendalaminya satu persatu masih sangat bisa. Karena setiap syarat rukun dan lafal akad serta pelaksanannya masih ada pembahasan yang cukup panjang. Terimakasih.

Author: kamal

Jika kekuatanmu adalah Allah, tiada yang bisa mengalahkanmu!

Leave a Comment