√ Tata Cara Mandi Wajib Sangat Lengkap (Doa & Niat Dll)

Tata Cara Mandi Wajib – Di zaman milenial seperti ini banyak anak muda ataupun yang tua, masih belum bisa melakukan bahkan tidak tahu cara nya mandi wajib yang benar. Bahkan Doa Niat Mandi Wajib nya pun tidak tahu dan faham.

Mandi Wajib ini, menjadi landasan utama diri kita bisa melakukan ibadah yang lain agar diterima ibadahnya, contohnya seperti  akan melakukan Sholat. Ibadah Sholat kita tidak akan diterima apabila kita belum membersihkan diri dari hadas besar ataupun hadas kecil. Berapa ribu kali pun kita melaksanakan shalat. Shalat kita tidak akan diterima jika diri kita belum bersih dari hadas dan najis yang menempel.

Sebagai seseorang yang dilahirkan dalam keadaan muslim, kita di wajibkan mencari tahu bahkan mengamalkan seluruh ajaran islam secara kaffah (Menyeluruh). Salah satunya adalah kita harus tahu dan bisa bagaimana tata cara mandi wajib yang benar.

Dan alangkah baiknya, para pembaca yang ingin mengetahui tata cara mandi wajib yang benar, bacalah penjelasan mengenai mandi wajib ini secara pelan-pelan, seksama dan jika perlu baca sampai tuntas. Karena ini penting bagi kehidupan kita sehari-hari.

Apalagi bagi yang akan atau sudah berkeluarga penting bagi kita untuk mencari tahu dan menyampaikan kepada anak-anak kita yang mungkin akan segera baligh. 🙂

Pengertian Mandi Wajib / Penjelasan Tata Cara Mandi Wajib

cara mandi junub setelah berhubungan suami istri

Sebelum ke tata cara mandi wajib, kita harus tahu arti dari mandi wajib.

Arti Mandi Wajib atau Mandi Besar (Al-Gusl) adalah mengalirkan air (air yang suci dan mensucikan) ke seluruh badan dengan cara tertentu dengan niat untuk menghilangkan hadas besar. Itu adalah pengertian mandi wajib secara istilah dalam syariat. Sedangkan secara bahasa (Al-Gusl) adalah mengalirkan air pada sesuatu.

Jadi, yang diartikan mandi wajib dalam permasalahan ini bukan mandi rutin setiap pagi dan sore, yang biasa orang-orang lakukan untuk membersihkan atau menyegarkan badan, karena bau keringat atau terkena kotoran.

Tapi yang dimaksud adalah menghilangkan hadas besar dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki diiringi dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar karena keluar air mani atau hal-hal lain yang akan kita bahas lebih detail dibawah ini secara berurutan.

Mandi Wajib itu sama juga pengetiannya dengan mandi besar atau mandi junub, membasuh seluruh badan kita. Yang membedakan itu hanya penyebutan saja.

Dasar dari kewajiban seorang muslim melakukan mandi wajib diantaranya:

Doa Niat - Tata Cara Mandi Wajib

Siapa Yang Harus Mandi Wajib & Tahu Tata Cara Mandi Wajib?

Setiap muslim di wajibkan mandi besar jika akan melaksanakan ibadah-ibadah lain seperti membaca Al-Quran dan Sholat.

Muslim yang telah berhadas besar itu apabila dalam keadaan atau telah:

  • Wanita Yang Telah Selesai Haid

Haid adalah darah yang telah keluar dari rahim pada jangka waktu tertentu. Ada yang tiga hari dan ada juga yang sepuluh hari.

Dan hal ini bukan dikarenakan penyakit.

Darah haid itu mempunyai ciri merah kehitaman, memiliki bau yang ngga sedap dan bersifat panas.

Setiap wanita muslim yang telah selesai haid, diwajibkan untuk melakukan mandi besar. Sebagaimana sebagai landasan dari diwajibkannya mandi besar bagi wanita haid pada firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 222.

tata cara mandi wajib setelah haid

Wanita yang sudah haid berarti sudah baligh, harus niat mandi wajib haid dan paham tata cara mandi wajib setelah haid.

  • Wanita Setelah Nifas

Nifas merupakan sebuah kondisi yang dialami oleh setiap wanita muslim yang sudah melahirkan. Darah yang keluar setelah melahirkan tersebut banyaknya umum yang terjadi adalah 40 hari, paling sedikit 1 tetes, dan paling lama adalah 60 hari.

Menjadi sebuah keharusan bagi wanita yang telah menjadi seorang istri untuk mempelajari tata cara mandi wajib setelah melahirkan ini.

Nifas termasuk kepada hal yang diwajibkan mandi junub apabila wanita mendapati keadaan tersebut. Wanita setelah nifas pun harus mengerti tata cara mandi wajib.

  • Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Salah satu dalil yang menjadi dasar diwajibkannya mandi wajib setelah berhubungan adalah dari Abu Hurairah R.A. bahwa Nabi SAW bersabda:

tata cara mandi besar

Imam Syafii Rahimahullah berpendapat yang diartikan “Junub” adalah jika di baku-kan secara hakikat pada kata jimak atau berhubungan tubuh. Walaupun selama berhubungan itu tidak keluar mani.

Seperti pendapat Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam kitab Fathul Bari. Saat berhubungan badan walau tidak keluar mani maka di anggap junub juga.

Jadi, asalkan kemaluan pria sudah masuk kepada farjinya wanita, maka sudah diwajibkan mandi besar. dan harus memahami niat mandi wajib setelah berhubungan dan tata cara mandi wajib setelah bersetubuh.

Baca Juga: √ Doa Niat Puasa Senin Kamis – Lengkap Dengan Penjelasan

  • Mandi Wajib Setelah Keluar Mani / Mimpi Basah

Mani adalah sesuatu cairan kental yang keluar dari kemaluan laki-laki.

Apabila laki-laki muslim mengalami hal tersebut maka dia wajib mandi wajib.

Dia harus bisa tata cara mandi wajib, dan hal tersebut juga menjadi ciri bahwa laki-laki tersebut sudah dewasa dan dikatakan baligh. Semua amal kebaikan dan keburukan sudah dicatat oleh malaikat.

Ciri-ciri lain mengenai air mani adalah:

  1. Keluarnya terasa ni’mat mengakibatkan lemas
  2. Keluarnya memancar
  3. Memiliki bau yang khas, yaitu seperti adonan roti atau seperti bau putih telur ketika sudah mengering

Jika salah satu diatas telah terpenuhi maka hal itu disebut air mani.

Apabila telah keluar mani kita diwajibkan mandi junub. Dan pasang niat mandi wajib, setelah itu harus mempelajari tata cara mandi wajib yang benar.

Salah satu dalil yang memerintahkan kita agar mandi wajib setelah keluar mani adalah hadist dari Abu Sa’id Al-Khudri R.A, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

tata cara mandi wajib

  • Mandi Setelah Melahirkan

Mandi setelah melahirkan atau biasa juga disebut wiladah itu wajib dilakukan apabila keluarnya bayi melalui jalan yang seharusnya (Melalui kemaluan).

Mandi wiladah setelah caesar, apabila dilakukan dengan bedah cesar maka ada dua pendapat. Hanya saja pendapat ulama yang paling kuat, walaupun seorang wanita melahirkan dengan cara cesar, maka wajib mandi juga. Tata cara mandi wajib nya sama dengan nifas. Niat mandi wajib setelah melahirkan, nanti sama saja dengan apabila wanita keluar haid.

  • Mandi Wajib Karena Wafat

Maksudnya adalah orang yang hidup wajib memandikan orang yang mati, karena memandikan jenazah hukumnya Fardhu Kifayah.

Setiap muslim yang mati baik itu anak kecil ataupun orang dewasa maka wajib dimandikan. Terkecuali Mati Syahid.

Dalil tentang diwajibkannya memandikan orang yang sudah mati merupakan perintah Nabi SAW kepada Ummu Athiyah, berdasarkan kaidah Ushul Fiqh, hukum asal perintahnya ialah wajib.

niat mandi junub

Tata cara mandi wajib yang sudah mati, sama halnya dengan yang masih hidup.

  • Mandi Wajib Bagi Muallaf

Seorang non muslim apabila telah mengikrarkan diri menjadi seorang muslim maka disebut Muallaf, dan Muallaf tersebut wajib mandi besar. Dia harus mengetahui doa niat mandi wajib.

Dalilnya, bahwa sahabat Nabi SAW, yaitu Qois bin Ashim r.a.

niat mandi wajib

Tata cara mandi wajib orang yang muallaf sama juga dengan yang muslim biasa.

Doa & Niat Tata Cara Mandi Wajib / Mandi Besar / Junub

tata cara mandi besar, niat mandi wajib setelah haid  niat mandi wajib setelah berhubungan  tata cara mandi wajib setelah haid  kapan niat mandi wajib dibaca  niat mandi wajib setelah haid menurut islam  niat mandi wajib perempuan  gambar niat mandi wajib  mandi wajib haid

Secara kaidah, mandi di bagi kedalam 2 bagian:

  1. Mandi Kebiasaan Sehari-hari (Mandi Mutlak), yaitu mandi yang dilakukan karena rutinitas seperti biasanya. Menghilangkan bau badan dan keringat atau karena kegiatan lain yang mengharuskan diri kita mandi untuk niat kebersihan semata.
  2. Mandi Ibadah, yaitu mandi yang dilakukan semata-mata karena kewajiban dan niat mengharap pahala dari Allah SWT seperti mandi wajib dan juga mandi sunnah (Contohnya: Mandi akan melaksanakan sholat Jumat dan Sholat Hari Raya Ied)

Untuk mandi yang mutlak /kebiasaan tidak perlu niat mandi. Karena dilakukan bukan untuk ibadah. Tata cara mandi wajib berbeda halnya dengan mandi kebiasaan.

Sedangkan untuk mandi ibadah, kita diharuskan (bahkan wajib) ta’yin dalam niat mandi. Yakni kita menentukkan doa niat mandi wajib.

Misalnya, “Saya Niat Mandi Wajib Karena Allah Ta’ala

Cara Doa Niat Mandi Wajib

Kita ketahui bersama, sebelum melakukan ibadah kita diharuskan memasang niat dan dalam madzhab Imam Syafii mengucapkan niat ini wajib diucapkan dengan lisan.

Lantas bagaimana apabila mengucapkan niat atau berdoa dilakukan dikamar mandi ketika akan melakukan mandi wajib atau besar karena hadas besar?

Sedangkan dikamar mandi itu tidak boleh membaca Ayat Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa, disisi lain kita diharuskan melafalkan niat mandi wajib.

Pada kondisi yang seperti ini, kita tetap diharuskan membaca doa dan niat mandi wajib meskipun berada dikamar mandi agar mendapat kesunnahan niat mandi wajib dan berdoa setelah mandi wajib.

Jawabannya telah diterangkan oleh para Ulama Salaf. Pendapat-pendapat para ulama yang membahas niat mandi wajib apakah diucapkan atau tidak, terdapat pada kitab Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah. Menyebutkan bahwa:

niat tata cara mandi wajib

A. Doa Niat Tata Cara Mandi Wajib Yang Umum

Tata cara mengucapkan niat mandi wajib sesuai sunnah yang umum adalah:

Niat dan tata cara mandi wajib

Apabila susah dalam menghafal dalam bahasa arab, cukup pakai bahasa indonesia dengan pelafalan “Saya Niat Mandi Wajib Untuk Menghilangkan Hadas Besar Karena Allah Ta’ala” Tata cara niat mandi wajib seperti itu saja sudah cukup dan sah.

Tata cara mandi wajib dalam Madzhab Imam Syafi’i, sebuah niat mandi wajib itu diharuskan dilakukan secara bersamaan saat air pertama kali dialiri ke seluruh tubuh.

Dengan Doa niat mandi wajib di atas yang umum itu sebenarnya sudah sah untuk dipakai apabila kita telah keluar haid, keluar mani, nifas dan habis berhubungan badan.

Tapi ada redaksi niat yang lain di bawah ini yang bisa dipakai juga.

B. Tata Cara Niat Mandi Wajib Setelah Keluar Mani

“Nawaytu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari Likhuruji Maniyyi Fardhan Lillahi Ta’aala.

Artinya: “Niat Saya mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar  karena mani fardhu karena Allah ta’ala.

C. Tata Cara Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala,

Artinya: “Niat Saya mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala.

D. Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala.

Artinya: “Niat Saya mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardu karena Allah ta’ala”

Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar

Setelah kita mengetahui hal yang menjadi penyebab mandi wajib / besar / junub dan kita hafal niat mandi wajib.

Selanjutnya kita harus mengetahui urutan tata cara mandi wajib, yang menjadi syarat sah nya mandi jinabat tersebut diterima secara syariat oleh Allah SWT.

Tata Cara Mandi Wajib Yang Menjadi Syarat Sah

Ada syarat-syarat sahnya dalam melakukan mandi wajib, dan syaratnya ini ada sembilan perkara, yaitu:

  1. Islam. Seseorang dianggap SAH mandi wajibnya, jika dia adalah seorang muslim yang telah mengucapkan 2 syahadat
  2. Tamyiz. Seseorang dianggap SAH mandi wajibnya, jika orang tersebut mempunyai akal yang sehat. Dan dapat membedakan antara yang benar dan salah, mengetahui antara halal dan haram dan kewarasan lainnya.
  3. Mengetahui hal fardhu dalam wudlu & juga mandi wajib.
  4. Air yang akan dipakai untuk mandi wajib harus dengan air yang suci dan mensucikan.
  5. Tidak ada yang menghalangi (Sebuah zat atau benda yang susah dihilangkan seperti tato) sampainya air mengalir ke seluruh badan.
  6. Niatnya tetap (yaitu niat mandi wajib) sampai sempurnanya mandi wajib.
  7. Tidak ada hal yang mengakibatkan dapat merubah sifatnya air sampai ke kulit anggota badan.
  8. Teraliri air sampai ke seluruh badan, dari ujung rambut sampai ujung kaki.
  9. Berhentinya dari Nifas, darah haid ataupun wiladat.

(Sumber: Minhajul Qawim: 14 dan Ri’ayatal Himmah: 1/147-148)

Tata Cara Rukun Mandi Wajib

Rukun mandi wajib ada dua hal:

1. Niat. Yang pertama adalah Niat mandi wajib, yaitu bermaksud dalam hati dan juga lisan untuk menghilangkan hadas besar pada awal membasuh dan mengaliri air ke seluruh anggota badan.

Adapun pengucapan niatnya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغَسْلَ لِرَفْعِ الحَْدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا لله تَعَالَى

Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah”.

2. Meratakan air (Air yang suci dan mensucikan/Belum dipakai orang lain) ke seluruh bagian badan. Jangan sampai ada hal yang bisa terhalangnya air pada kulit semisal cat atau zat lain yang sulit dihilangkan.

Kedua rukun di atas sudah bisa mewakili dan sah mandi wajibnya apabila telah kita lakukan.

Tata Cara Mandi Wajib Yang Menjadi Sunnah

Yang dimaksud yang menjadi sunnah adalah apabila kita mengerjakan hal-hal dibawah ini menjadi pahala nilai tambah apabila dilakukan, dan tidak apa-apa jika tidak dilakukan.

Sunnah-sunnah Mandi Wajib

Beberapa perkara yang menjadi sunah apabila dilakukan dalam mandi wajib adalah:

  1. Mengucapkan Basmalah.
  2. Berwudlu terlebih dahulu sebelum mandi besar / mandi junub.
  3. Berkumur-kumur & memasukkan air ke hidung.
  4. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
  5. Membersihkan kotoran yang ada di badan dengan menggosokkan sebatas kemampuan (jangkauan).
  6. Menghadap ke Kiblat, apabila mandi junub nya tidak dengan telanjang bulat.
  7. Membasuh seluruhnya sampai dua atau tiga kali.
  8. Mengaliri air dari bagian kanan badan dulu lalu setelah itu bagian kiri badan.
  9. Berada di tempat yang memungkinkan bisa terhindar dari percikan air.
  10. Tidak meminta bantuan orang lain (Untuk mandi) kecuali ada halangan.
  11. Membasuh dari bagian atas dan mendahulukan anggota yang kanan.
  12. Tidak menghilangkan atau memotong anggota badan semisal kuku atau rambut.

Hal Yang Menjadi Makruhnya Mandi Besar / Mandi Wajib

Makruhnya dalam mandi wajib sama dengan makruhnya dalam melakukan wudhu, seperti berlebihan menggunakan air dan melebihi basuhan sampai tiga kali.

Yang Dilarang Bagi Orang Yang Hadas Besar / Junub

Beberapa hal yang haram apabila diperbuat oleh muslim yang sedang dalam keadaan hadas besar (junub) adalah:

  1. Menyentuh dan Membawa Mushaf (Al-Qur’an)
  2. Melaksanakan thawaf (atau mengelilingi Ka’bah).
  3. Melakukan shalat dan yang searti dengan shalat, seperti sujud sahwi dan sujud tilâwah.
  4. Membaca al-Qur’an, walaupun itu hanya sebagian ayat saja, termasuk juga Basmalah. Maka Hukum haram ini terjadi apabila ia telah bermaksud membaca al-Qur’an. Jika tidak, membaca al-Qur’an, karena ingin barokah misalnya, maka itu boleh.
  5. Berdiam diri di dalam masjid. Tapi jika lewat sekilas maka tidak apa-apa, asalkan juga tidak bolak-balik di dalam masjid di waktu yang lama.

Ke-Enam larangan di atas tersebut untuk siapa saja (untuk pria dan wanita dalam keadaan hadas besar). Dan, untuk wanita yang dalam keadaan haid atau nifas, ada beberapa larangan yang menjadi tambahan sebagai berikut:

  1. Melewati mesjid, karena khawatir akan mengotori mesjid dengan menetesnya darah.
  2. Melakukan ibadah shaum, baik shaum sunnah ataupun wajib.
  3. Diceraikan. Haram hukumnya cerai ini sasarannya adalah sang suami. Jadi, seorang suami itu sangat dilarang menceraikan istrinya dalam keadaan sedang haid. Hal tersebut bisa menyengsarakan seorang istri dengan bertambahnya dalam masa iddah.
  4. Thaharah dari hadas (bersuci, seperti melakukan wudlu dan juga mandi), ataupun bersuci untuk ibadah contohnya mandi wajib untuk shalat Jum’at.
  5. Melakukan “hubungan ranjang” (atau bersenang-senang) di bagian badan antara lutut dan pusar tanpa adanya penghalang seperti kain.
  6. Hukum Memotong Kuku/Rambut Saat Hadas Besar

Imam Ibnu Hajar berpendapat, bagian badan yang terlepas/copot ketika hadas besar, tidak bisa hilang dari sifat junubnya. Jadi apabila misalnya kita basuh, tidak ada gunanya.

Menurut Imam Ghazali, berpendapat bahwa seseorang yang dalam keadaan hadas besar disunnahkan tidak memotong rambut, kuku dan mengeluarkan darah. Adapun mandi junubnya dihukumi sah dan wajib membasuh ke bagian terpotongnya rambut atau kukunya. Mengenai rambut atau kuku yang sudah lepas dari anggota badan tidak wajib membasuh lagi.

Penyelesaian Permasalahan Dalam Tata Cara Mandi Wajib

Dalam pelaksanaan tata cara mandi wajib, banyak hal yang menjadi masalah bagi mandinya, dimulai dari niat mandi wajib dan yang lainnya. Tapi kita disini akan membahas hal yang menjadi tidak umum terjadi pada orang yang junub.

Apabila Seorang Istri Telah Berhubungan Dengan Suami

Ketika seorang wanita telah selesai berhubungan badan dengan suaminya. Setelah mandi wajib, ada sesuatu yang keluar dari farji berupa air mani suaminya.

Apakah hal itu menjadi wajib mengulang mandinya atau tidak. Bagaimana Tata cara mandi wajibnya?

Jawabannya:

Apabila seorang wanita ketika digauli suaminya dalam kondisi dengan syahwat, maka wanita itu harus untuk mandi lagi, karena air mani yang keluar dari farjinya adalah campuran dari air maninya sendiri dan mani suami.

Tetapi, apabila wanita itu ketika digauli tidak ada syahwat, misalnya ketika tidur pulas, maka ia tidak wajib mandi lagi, karena yang keluar dari farjinya itu murni maninya sang suami (Kasyifatus Suja: 22).

Darah Haid Keluar Dengan Terputus-putus

Apabila ada wanita yang mengeluarkan darah haid secara terputus-putus. Apakah ia diwajibkan mandi wajib haid?

Jawabannya:

Apabila darah yang keluar belum mencapai 24 jam, maka wanita tersebut belum diwajibkan untuk mandi besar.

Dan apabila wanita tersebut sudah harus niat mandi wajib, dan melaksanakannya. Apabila darah yang keluar dari wanita tersebut sudah cukup 24 jam, wanita itu udah dihukumi suci dari haidnya jika sewaktu-waktu darahnya berhenti.

wanita tersebut sudah diwajibkan kembali mandi, shaum, shalat dan juga sudah halal untuk digauli oleh sang suami tercinta.

Kemudian, jika ternyata darah telah keluar lagi, maka mandi, shaum dan shalatnya tidak sah, karena sebenarnya ia masih dalam masa keadaan haid.

Sebab itu, nantinya dia wajib mengqadha shaum yang dilakukannya didalam berhentinya itu.

Dan ketika dalam kondisi tersebut kita telah melakukan hubungan badan dalam masa berhentinya itu, maka tidak berdosa. Walaupun sebenarnya dia masih dalam masa haid, karena hanya dilihat dari dzahirnya saja.

Ia tidak dihukumi berdosa melakukan berhubungan badan di dalam masa berhentinya itu, walaupun hakikatnya masih di dalam keadaan haid, karena melihat pada dzahirnya saja.

Seterusnya seperti itu, sewaktu-waktu darah haidnya apabila berhenti lagi, maka ia dihukumi suci lagi. Jadi diwajibkan macam-macam lagi.

Dan apabila darah haid kembali keluar lagi, maka kenyataannya ia masih di dalam keadaan masa waktu haid. Demikian seterusnya, selama belum lebih dari 15 hari dan 15 malam (Al-Jamal ‘Ala Syarhil Minhaj: 1/226).

Memasukkan Benda Ke Kemaluan, Apakah Wajib Mandi Besar?

Bagaimana hukumnya memasukkan benda seperti tongkat madura, apakah wajib untuk mandi besar?

Jawabannya:

Ketika ada wanita memasukan sesuatu ke farj-nya, maka dia tidak akan diwajibkan mandi wajib kecuali dalam 2 hal :

  1. Yang dimasukan adalah kemaluan pria walaupun dzakar yang telah terpotong
  2. Sampai keluar sperma

او كان مبانا بحيث يسمى ذكرا لكن لا يجب الغسل على صاحب الذكر المقطوع منه ، و انما وجب على المولج فيه

Penjelasan : wanita yang menemukan dzakar yang terpotong kemudian wanita itu memasukannya maka ia harus mandi. Jadi mafhumnya jika ia menemukan tongkat madura atau benda apapun dan memasukannya maka tidak wajib mandi, kecuali sampai mengeluarkan air mani.

Masuknya Tongkat Madura ke kemaluan wanita maka Wudunya batal, Kecuali jika setelah di masukkan tidak dicabut lagi keluar.

فلو أدخل عودا في دبوره فلا نقض به حتى يخرج الباجوري

Jadi jika wanita memasukkan Tongkat Madura ke kemaluan, maka :

  1. Tidak batal wudhu nya, kecuali jika benda atau toingkatnya itu dikeluarkan lagi
  2. Tidak diharuskan mandi besar kecuali keluar sperma/mani atau tongkatnya yang masuk tersebut terbuat dari dzakar asli. Wallohu a’lam. [Piss-Ktb]

Menunda Mandi Besar

Hukum asal dari mandi junub adalah tidak wajib untuk langsung mandi ketika hadas besar.

Namun hal itu menjadi wajib segera dilakukan apabila waktu sholat telah mepet. Hal inilah, yaitu wajib untuk segera mandi junub. Bukan karena mandi wajibnya tapi karena kewajiban kita untuk segera mengerjakan shalat pada waktunya.

Oleh sebab itu, pada keadaan yang seperti ini wajib mandi junub dengan segera, tanpa ditunda lagi. Wallahu a’lam.

Jika Cuma Menempelkan Kemaluan, Apakah Wajib Mandi Wajib?

Apakah jika bertemunya zakar dan farj hanya dengan menempel saja (tidak sampai masuk ke dalam) wajib mandi junub?

Jika hanya  bersentuhan dengan cara nempel saja maka hal itu tidak harus mandi besar.

Karena, yang menjadi wajibnya mandi besar yaitu bertemunya 2 khitan. Khitannya wanita, tempat dipotongnya klistoris. Dan khitannya kemaluan laki-laki yang menjadi tempat dipotongnya ketika sunat (Ujung kepala kemaluan).

Kesimpulanya adalah jika hal tersebut cuma menempel hasyafah ke farji pada bagian yang harus dibasuh oleh air saat istinja, yang artinya sesuatu hanya menempel pada bagian luar kemaluan saja maka tidak diharuskan mandi. [ hasyiyah bajuri 2/72-73, kifayatul akhyar 1/38 ].

Menggabungkan 2 Niat, Niat Mandi Wajib & Juga Wudhu

Jika Seseorang ada hadas besar & juga hadas kecil lalu orang tersebut mandi besar saja:

  1. Habis mandi wajib langsung sholat tanpa wudlu lagi apakah sah? (melakukan mandi besar tidak melakukan sunah seperti wudlu sebelum mandi).
  2. Apakah hadas yang kecil (seperti: kencing atau kentut) akan otomatis hilang bersamaan hadas besar jika sudah mandi?

JAWABAN :

  1. Sah, jika setelah air telah merata keseluruh badan (dalam pengertian, mandi besarnya sudah sah) tidak melakukan apa yang menjadi batalnya wudhu.
  2. Iya betul, menurut pendapat yang kuat di mazhab Syafi’i.

 

Penutup

Itulah penjelasan mengenai Tata Cara Mandi Wajib yang didalamnya termasuk membahas doa & niat mandi wajib juga hal-hal yang masih ada relasi dengan Tata Cara Mandi Wajib. Telah kami bahas.

Mohon maaf apabila banyak kesalahan mengenai penjelasan Tata Cara Mandi Wajib ini. Bila ada koreksi, silahkan hubungi kami melalui email Imaji.

Baca Juga: Contoh Percakapan Bahasa Arab Lengkap (Tentang Perkenalan / Hobi / Sehari-Hari DLL)

Author: kamal

Jika kekuatanmu adalah Allah, tiada yang bisa mengalahkanmu!

1 thought on “√ Tata Cara Mandi Wajib Sangat Lengkap (Doa & Niat Dll)”

Leave a Comment