Kumpulan Contoh Teks Eksposisi Tentang Lingkungan Terlengkap

Contoh Teks Eksposisi Tentang Lingkungan Hidup – Seperti halnya pengertian teks eksposisi yaitu sebuah karangan yang memuat suatu informasi dan pengetahuan yang disusun dengan cara singkat, padat dan jelas. Teks eksposisi tentang lingkungan ini juga sama. Bedanya, teks eksposisi ini akan membahas dan menyampaikan informasi seputar lingkungan.

Teks eksposisi ini nantinya akan terbentuk dengan 3 struktur, yaitu tesis (pernyataan pendapat), argumentasi, dan yang terakhir reiteration (penegasan ulang). Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut pembahasan dan contoh teks eksposisi tentang lingkungan.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Lingkungan Beserta Struksturnya

Di point awal, telah dijelaskan bahwa teks eksposisi tentang lingkungan merupakan sebuah karangan yang akan membahas mengenai lingkungan. Dan sebagai gambaran jelasnya, di bawah ini contoh teks eksposisi tentang lingkungan lengkap dengan strukturnya:

TESIS:

Salah satu faktor penting kenyamanan dalam proses belajar atau KBM, adalah lingkungan sekolah yang bersih. Bukan hanya untuk kenyamanan belajar saja. Kebersihan lingkungan ini juga sangat penting khususnya untuk menjaga kesehatan para siswa. Apalagi, siswa tentu akan lebih senang jika belajar dalam suasana kelas yang bersih dan asri.

Sayangnya, kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah belum dimiliki semua siswa. Hal itu bisa dilihat dari, banyaknya sampah yang tertimbun di laci kelas, membuang sampah sembarangan, atau mencoret tembok dan meja.

ARGUMENTASI:

Selain karena malas. Faktor utama siswa tidak menjaga kebersihan yaitu karena kurangnya kesadaran dalam diri mereka untuk menjaga kebersihan. Hal itu sangat terlihat dari banyaknya siswa yang masih membuang sampah sembarangan. Padahal, di setiap sudut lingkungan sekolah tempat pembuangan sampah telah tersedia.

Akibatnya, harapan lingkungan sekolah yang bersih dan asri hanya menjadi impian belaka. Dan yang ada hanyalah lingkungan sekolah yang bau, dan kotor. Laci meja kelas yang dipenuhi banyak sampah, dan bahkan serangga seperti nyamuk menjadi sangat banyak. Kondisi kelas seperti ini tentu akan mengganggu proses belajar mengajar. Apalagi lambat laun, sampah yang tidak segera dibersihkan tersebut lambat laun akan menimbulkan bau busuk dan bibit penyakit.

Dan faktor salah lain yang sampai sekarang masih tertanam di benak siswa, yaitu kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab penjaga dan perawat sekolah. Anggapan inilah yang akhirnya membuat siswa dengan enteng membuang sampah sembarangan. Padahal sebenarnya, kebersihan sekolah adalah tanggung jawab seluruh warga sekolah.

PENEGASAN ULANG:

Menjaga kebersihan lingkungan sekolah perlu di lakukan. Misalkan dengan cara reiboisasi, atau membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah. Perlu juga penegasan hukum seperti memberikan sanksi pada siswa yang membuang sampah sembarangan. Sesekali, mengadakan kerja bakti di lingkungan sekolah juga bisa dilakukan. Sehingga nantinya, lingkungan sekolah yang bersih dan asri bukan hanya impian tetapi bisa berwujud nyata.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Lingkungan Alam

Ada berbagai jenis teks eksposisi tentang lingkungan. Bisa meliputi lingkungan sekolah, rumah, lingkungan alam, dan jenis teks eksposisi lingkungan lainnya. dan dari kesemua jenis teks eksposisi tersebut memiliki pengertian yang hampir sama.

Untuk point ketiga ini, akan dijelaskan contoh teks eksposisi tentang lingkungan alam yang bisa anda jadikan referensi:

“Pentingnya Menjaga Kelestarian Hutan”

Hutan merupakan sebuah kawasan atau tempat yang ditumbuhi pepohonan dan tumbuhan yang juga menjadi habitat berbagai hewan. Dari jenisnya, hutan terdiri dari berbagai jenis, misalnya hutan tropis, hutan heterogen, hutan homogen, hutan iklim sedang dan jenis hutan lainnya.

Hutan sendiri memiliki fungsi yang cukup banyak, yaitu antara lain sebagai sistem ekosistem terbesar untuk keseimbangan alam di muka bumi, Sebagai penyedia oksigen, penyedia sumber daya alam, dan lain sebagainya.

Dan manusia, adalah makhluk yang diciptakan Tuhan untuk bisa hidup berdampingan dengan alam. Secara teknis, tidak ada yang mampu menjaga kelestarian hutan kecuali manusia. Namun kenyataan tersebut malah berbanding terbalik dan memukul keras fakta tersebut. Hal itu bisa dilihat dari sedikitnya jumlah manusia yang peduli tentang kelestarian hutan. Malah kini, tindakan-tindakan seperti kasus penebangan liar, pemburuan hewan langka, atau dijadikannya hutan sebagai lahan perkebunan, semakin merajalela.

Dan kini, kesadaran individu lah yang bisa menghentikan hal tersebut. Misalkan, dengan melakukan reboisasi hutan, atau menebang pohon dengan sistem tebang pilih. Tebang pilih sendiri merupakan sebuah sistem menebang pohon di hutan, dengan cara memilih pohon yang telah tua dan membiarkan pohon yang masih produktif untuk tumbuh. Umumnya, cara ini akan dibarengi dengan reboisasi atau penanaman pohon kembali. Jadi, setelah pohon ditebang, tempat tersebut akan ditanami pohon kembali.

Dalam upaya pelestarian hutan, peran para pemangku kebijakan juga diperlukan. Misalkan dengan memberikan hukum tegas bagi pelaku penebangan liar dan pemburuan liar untuk memberikan efek jera, dan juga mengadakan reiboisasi atau penanaman pohon kembali.

Selain itu, upaya lain seperti melakukan kampanye mengenai pentingnya menanam pohon juga bisa dilakukan. Cara semacam ini, terbilang sukses untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menjaga kelestarian hutan adalah sesuatu yang penting. Tidak hanya itu, mendayagunakan komunitas peduli lingkungan juga bisa jadi penggerak.

Jika semua pihak telah memiliki kesadaran mengenai pentingnya hutan bagi kehidupan. Maka kelestarian dan kembalinya fungsi hutan sudah dipastikan akan terlaksana. Dan dengan demikian, dampak buruk seperti pemanasan global, banyaknyaa polusi udara, resiko bencana, seperti banjir, dan dampak buruk lainnya, akan berkurang.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Lingkungan Rumah

Untuk teks eksposisi selanjutnya yaitu teks eksposisi yang akan membahas mengenai lingkungan rumah. Dan berikut contoh teks eksposisi tentang lingkungan rumah tersebut:

“Sampah Rumah Tangga”

Sampah rumah tangga adalah semua bahan sisa dari kegiatan rumah tangga yang sudah tidak lagi terpakai. Dari jenisnya, sampah rumah tangga dibagi menjadi dua, yaitu sampah cair dan sampah padat. Sampah padat bisa diartikan sebagai sampah organik yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri. Misalnya plastik, kaleng, kertas, botol, tisu dan lain sebagainya. Sedangkan sampah cair adalah limbah berbentuk cair seperti limbah kamar mandi, mencuci piring atau mencuci pakaian.

Sebenarnya, kedua sampah tersebut bisa dikelola. Pengelolahan sampah sendiri merupakan proses pengumpulan, pengangkutan, atau pembuangan limbah sampah. Sayangnya, belum banyak yang mengetahui mengenai cara pengelolahan sampah rumah tangga tersebut. Hingga akhirnya, sampah-sampah tersebut hanya dibuang percuma dan tidak menghasilkan manfaat apapun.

Karena itu, sudah sepatutnya pengetahuan mengenai pengelolahan sampah rumah tangga pada tiap keluarga harus segera ditanamkan. Salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu melalui sosialisasi. Misalnya ketika ada pertemuan-pertemuan RT, bapak-bapak, ibu, atau bahkan anak-anak. Pemahaman tentang Reduce, Recuse, dan Reycle atau bisa disebut 3R bisa ditanamkan sebagai permulaan.

Pertama, reduce. Reduce merupakan cara mengurangi menggunakan barang yang sampahnya tidak bisa didaur ulang. Misalnya, mengurangi pembelian air minum kemasan dan menggantinya dengan membawa air minum dari rumah. Kedua, Recuse. Recuse merupakan pengelolaan sampah dengan cara menggunakan kembali barang yang masih bisa digunakan. Misalnya, menggunakan botol bekas untuk wadah minyak, menggunakan kembali tas plastik yang masih bisa digunakan, dan lain-lain. Ketiga, Recycle. Recycle merupakan pegelolaan sampah dengan cara mendaur ulangnya. Misalnya, memanfaatkan barang bekas sebagai hand made atau hiasan. Dengan menanamkan ketiga cara pengelolaan sampah tersebut. Diharapkan masyarakat lebih tahu mengenai pengelolahan sampah dan mulai menerapkannya dalam kehidupan.

Rumah tangga adalah salah satu penghasil sampah anorganik yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pengelolahan sampah secara mandiri atau individu dalam kehidupan keluarga sangat penting. Yang salah satunya bisa dilakukan dengan cara di atas yaitu melalui 3R. Dan melalui kesadaran individu tiap keluarga itulah, perlahan akan tumbuh kesadaran individu dengan lingkungan sosialnya. Akhirnya, akan tercipta lingkungan bersih dari sampah.

 

Author: kamal

Jika kekuatanmu adalah Allah, tiada yang bisa mengalahkanmu!

Leave a Comment