Belajar Bisnis, Hingga Dapat Orderan 30 Juta

Setelah saya cerita tentang keinginan saya ingin menjadi seorang pengusaha sukses di kisah sebelumnya.

(Kalau belum baca, kunjungi ini dulu: Dari Tukang Sayur, Sampe Pengusaha Sukses)

Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya merasakan ikhtiar menjadi seorang pengusaha.

Pengusaha Sukses Itu Orang-Orang Hebat

Cerita sebelumnya, saya bilang, jika iklan rokok U-Mild “berpengaruh” dalam keinginan saya menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur. Saya pengen menjadi pengusaha muda sukses. Bisa ikut membantu teman atau orang yang menganggur untuk bisa mandiri, kalaupun tidak begitu saya ingin mandiri.

Pengusaha muda

Banyak kisah dari orang-orang sukses yang dimulai dari nol, menjadi inspirasi saya.

Dan katanya lebih dari 85% para orang kaya di dunia adalah atas usaha sendiri, bukanlah keturunan orang kaya. Jadi, kekayaan mereka bukanlah sebuah warisan. Tapi murni hasil perjuangan mereka sendiri.

Seperti halnya Pengusaha nyentrik dengan celana pendeknya yaitu Bob Sadino, yang memiliki banyak usaha dibidang pangan. Salah satu usahanya adalah Kem Chicks, Sebuah supermarket yang menyediakan produk import berupa pangan. Bob Sadino adalah pengusaha yang membangun bisnisnya dari bawah.

Lalu adapula Chairul Tanjung atau biasa dikenal dengan istilah CT. Beliau mempunyai banyak usaha yang bergerak dibidang media, salah satunya adalah Trans TV. Chairul Tanjung (CT), meluncurkan buku biografinya dengan judul “Si Anak Singkong” Di dalam buku biografi tersebut, banyak menceritakan bagaimana kehidupan Chairul Tanjung sebelum bisa sukses.

Ada juga Harland Sanders, lahir pada 9 Spetember 1890, merupakan pendiri dari restoran KFC (Kentucky Fried Chicken). Perjalanan sukses Harland Sanders pun ngga mudah. Diusianya yang menginjak 6 tahun Harland Sanders sudah menjadi anak yatim. Lalu dia pun mencoba berbagai hal, dimulai dari kuli panggul, tukang parkir, membuka bisnis rumah makan tapi bangkrut, hingga akhirnya dia sukses pada usia 70 Tahun sebab bisnis Franschise KFC.

Dan pengusaha atau pebisnis yang bergerak dibidang bisnis digital dan cukup populer di kalangan Internet Marketer Indonesia adalah Ibrahim Vatih. Beliau adalah inspirasi saya, setiap melihat wajahnya saya selalu senang. Entahlah, ada karisma tersendiri pokoknya. Padahal umur saya tak jauh beda dengannya. Kadang sedih kalau dipikirin, saya selama ini ngapain aja? Heuheuheu, orang lain sudah melangkah jauh. Saya masih tertinggal.

Dan juga banyak juga yang lainnya seperti Paul Mitchell, Chris Gardner, Howard Schultz. Mereka semua adalah orang-orang yang menginspirasi saya untuk menjadi pengusaha.

belajar bisnis

Cikal Bakal Belajar Bisnis

Sejak SMP saya sudah mulai belajar wirausaha, waktu itu cuma iseng aja, ditawarin saudara buat jualan jasa bikin kartu nama satuan kepada anak SD dengan gambar custom. saya pun waktu itu meng-iyakan dan menjalankannya, alhasil saya dapat untung 500 rupiah dari setiap kartu nama yang dijual.

Tapi itu ngga berjalan lama, dan cuma sekali itu saja karena ada beberapa yang protes gambarnya salah. Heuheuheu. Saya pusing ngga bisa nge-handle konsumen anak SD.

Jualan jaket Di Kaskus

Pas masih kuliah, menjadi seorang kaskuser adalah hal keren. Teman kuliah saya, Egi namanya, adalah seorang Kaskuser juga. Dia aktif banget di forum kaskus, apakah itu lapak forum opini iseng ataupun lapak jualan.

Dia sering banget komen lalu ngasih cendol atau bata ke orang lain (Cendol adalah penghargaan untuk konten/komen positif kalau bata penghargaan untuk konten/komen negatif). Untuk kaskuser, pasti paham bangetlah dengan istilah-istilah itu.

Ketika dia jualan di kaskus, saya cuma memperhatikan aja Egi dengan aktifitasnya yang sibuk melayani konsumen sendirian.

Lama kelamaan, disitu saya merasa tertarik ngelihatnya. Lalu saya bilang ke Egi pengen jualan, akhirnya saya dipinjemin ID kaskus (sekarang lupa email sama passwordnya apaan, heuheuheu maap Egi).

kalau ngga salah waktu itu antara semester 3 dan 4, saya nyoba jualan jaket windbreak (jaket buat dipakai bersepeda) dikaskus. Alhasil laku 3 Pcs, keuntungan masing-masing produk saya dapat 30-35 ribu rupiah.

Setelah itu saya nyoba ngadain Pre Order (PO) Jaket Logo Anime Shingeki No Kyoujin. Dan berhasil dengan orderan 31 orang hanya dalam 1 minggu. Keuntungan total yang saya dapat sekitar Rp. 1.500.000,-

Karena saya melihat antusias yang sangat lumayan dari para pembeli dengan sistem PO, saya terpikir agar jaketnya diproduksi secara readystock saja. Tapi, setelah dibuat readystock minat dari pembeli malah kebalikan dari sistem pre-order. Jaket-jaket yang saya jual kurang laku.

pengusaha sukses

Kalau di analisa, saya juga kurang paham waktu itu. Review dari para pembeli dari sistem PO, mereka semua rata-rata merasa puas dengan hasil produksi jaketnya, dan tak sedikit yang ngasih cendol juga.

Karena lakunya susah banget. Dengan harga murah, saya akhirnya menjual semua jaket ke teman dekat saya namanya Nishikido (nama samaran). Dengan harga jual 85 ribu, saya cuma untung 5 ribu rupiah. Dalam hati merasa sayang dijual dengan harga murah, tapi saya nya terlanjur galau melihat barang yang ngga laku dan kebanyakan calon konsumen cuma nanya aja, ngga beli. Heuheu

Karena galau jualan online di kaskus, saya nyoba jualan offline.

Apalagi sekarang kaskus bukanlah tempat jualan yang pas menurut saya. Berbeda dengan dulu dan emang keren jadinya kalau jadi seorang kaskuser, walau ngga jualan.

Belajar Dagang Di CFD Dago Bandung

Sekitar semester 4 dan 5, saya mencoba hal yang baru, yaitu jualan ngelapak di trotoar car free day Dago Bandung. Saya jualan barang dan aksesoris untuk sepeda ataupun dipakai untuk bersepeda. Seperti baju balap, celana balap, sarung tangan, jaket windbreak, kacamata dll.

Yang paling banyak laku dari jualan itu adalah celana balap dan juga jaket windbreak.

Namanya jualan ya, kadang sepi kadang ramai. Tapi kalau ngga laku sama sekali alhamdulillah belum pernah. Paling sedikit cuma 1 pcs aja yang laku. Untuk ganti uang bensin dan juga makan.

car free day dago bandung
source: http://resnadia.blogspot.co.id/

Dagang di CFD dago itu hari minggu, saya tiap malam minggunya harus mengambil barang terlebih dahulu kepada Pak Ujang. Pak Ujang adalah orang yang menjadi pemilik barang aksesoris perlengkapan bersepeda. semua barang yang diambil untuk dijual di data dulu sebelum saya kemas di tas yang besar.

Kadang, kalau lagi ingat sebelum pergi jualan saya membaca surat Al-waqiah setelah sholat shubuh, karena masih ada waktu sebelum pergi. Tapi kalo bangun nya kesiangan langsung tancap gas aja. ngga baca Al-waqiah dulu.

Dengan menggunakan motor legenda keluaran tahun 2003. Saya angkut tas besar itu didepan. Kaki saya yang pendek, berusaha mengendalikan motor. Karena tas yang besar sangat mengganggu kinerja kaki saya untuk menginjak rem dan memindahkan gigi motor. Sayapun harus meregangkan kaki saya lebar-lebar.

Perjalanan ke dago memakan waktu sekitar 20 menit kalo jalan lancar, apalagi kalo lengang. Kalau ramai lancar sekitar 30 menit. Tapi kalau lagi macet, Jangan ditanya dah berapa jam. Heuheuheu

Sesampainya di Dago, saya harus memilih lapak trotoar yang masih kosong. Dan biasanya saya dagang di daerah agak atas dipersimpangan lampu merah dekat Mc Donalds.

Setelah dapat tempat yang cocok dan pas, saya mengeluarkan barang untuk pajangan saja, ngga semuanya. Karena kalau dikeluarkan semuanya, biasanya orang cuma melihat-lihat saja mengeluarkan barang tanpa membeli. Jadinya saya harus banyak mengemas ulang untuk merapikan barang.

Lapak dago yang dibawah adalah yang paling ramai orang melakukan kegiatan bersama dan juga jualan.

Bersambung ke part 2.

Author: kamal

Jika kekuatanmu adalah Allah, tiada yang bisa mengalahkanmu!

Leave a Comment